Monday, August 22, 2011

KENAPA TALI PE PUTUS?

Pada trip Alor yang lepas, dengan perjalanan dan trip yang panjang bersama salah seorang sifu dan pioneer pancingan Popping dan jigging iaitu Pak Adhek Amerta, saya sempat juga mencungkil sedikit pengalaman dan ilmu yang ada padanya. Berikut adalah salah satu email yang dikirimkan olehnya untuk merumuskan mengapa tali pancing selalu putus! Terima Kasih diatas sumbangan Pak Adhek Amerta.


Sumbangan penulisan oleh Adhek Amerta - website ASF

KENAPA TALI PE PUTUS?
Sering kali kita kehilangan ikan akibat putusnya PE pada saat kita fight dengan buruan kita. Tidak jarang pula PE putus pada saat strike terjadi ataupun pada saat kita melontarkan popper. Tentunya hal tersebut sangat mengecewakan. Selain kehilangan moment pun pula lenyapnya popper yang tidak murah harganya.


Dalam banyak kejadian seperti ini kita akan bilang “ikannya terlalu besar” sehingga tali PE tidak mampu mengatasinya. Anggapan seperti itu sah-sah saja. Tetapi ada baiknya coba kita teliti kembali apakah benar demikian adanya atau ada factor lain yang jadi penyebabnya. Apalagi kalau tali putus, sementara pada spool kita masih terdapat tali didalamnya. Besarnya ikan boleh dipastikan bukan sebagai penyebabnya, cenderung human error.

Faktor penyebab putusnya PE dan solusinya.
1. Pilihlah PE yang berkualitas baik. Makin banyak satuan serat yang saling terjalin akan makin baik. 8 plaw atau lebih.
2. Teliti PE sebelum dipergunakan. Apakah sudah berbulu atau masih mulus, terutama di 20 meter pertama. Apabila sudah berbulu atau ada cacat, sebaiknya dipotong bagian yang berbulu atau cacat tersebut.
3. Semprot PE dengan PE coat sebelum dan sesudah dipergunakan guna melicinkan PE dan mengurangi penetrasi air laut.
4. Periksa tali sebelum dilontarkan. Betulkan dahulu apabila terdapat kusut (wind knot atau ring knot). Kusut kecil sering terjadi akibat dari penggulungan kembali pada saat tali kendur.
Kejadian ini lebih sering kita alami kalau umpan yang dipakai jenis pencil atau stickbait.
5. Bila terjadi strike, hooking/sentakan dilakukan pada saat tali mulai tegang. Jangan lakukan hentakan kosong atau saat tali masih kendur.

Rod
1. Pakailah rod yang guide line atau folongannya yang terbuat dari keramik halus. Hindari pemakaianguide lain metal atau yang terbuat dari bahan yang berkontur kasar karena PE tidak tahan terhadap gesekan kasar.
2. Periksa guid line sebelum dipakai. Ganti guide line apabila ada luka atau pecah. Rod yang sering jatuh dapat menyebabkan pech atau lukanya guide line.

Reel
1. Drag yang tidak lancer, tersendat-sendat dapat beresiko putusnya tali. Usahakan drag dapat berjalan dengan konstan (smooth).
2. Line roller harus dapat berputar dengan lancer dan tidak cacat permukaannya. Gantilah bearing atau roller apabila sudah cacat.

Teknik
Hindari tergeseknya PE pada permukaan kasar pada saat kondisi tegang. Kadang-kadang dalam kondisi tertentu, ikan lari kebawah kapal atau kedalam kumpulan karang. Dalam situasi seperti ini, segeralah buka bill arm, lakukan free spool guna menghindarkan tali tergesek pada kondisi tegang. Setelah ikan berenang bebas, barulah penghajaran (fighting) dilakukan kembali.

Wassalam
Adhek Amerta

Pada trip tersebut, saya juga sempat mengunakan set ringan Pak Adhek bagi merasai perlawanan "Fair Play" antara ikan dan pemancing. Apabila semua setting berada didalam keadaan terbaik, pemancing akan berasa yakin untuk menaikkan mangsa.

No comments:

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Memancing@Fishing Best Catch

Popular Posts

There was an error in this gadget

Disclaimer

All pictures & Articles in this blog are property of Fahiz Hussin (Fishing@Memancing) . Permission are required for the use of any publishing material within this site. Please Email to memancingfishing@gmail.com for further clarification.